Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Januari 2014
Sebuah Kisah Misteri Sesosok Pria Misterius Slenderman

Kisah ini berawal dari sebuah kontes internet design grafis dengan tema Sesuatu Yang Mengerikan dan kontes ini dibuat untuk sebuah entitas paranormal horror. Tujuan dari kontes ini adalah untuk membuat sesuatu yang mengerikan dan menggunakan design itu untuk menipu orang di forum paranormal, dan kegiatan ini bertujuan untuk orang yang melihat karya ini akan berpikir bahwa karya yang mereka buat itu adalah asli dan benar-benar ada. Para kontestan mulai mendesign dan photosoping karya mereka dengan menambahkan beberapa foto hantu yang palsu dan tokoh mengerikan lainnya, biasanya disertai oleh cerita untuk membuat mereka terlihat hidup dan otentik. Kontes ini berhasil di menangkan dengan oleh karya dengan judul Slenderman
Namun setelah kontes ini berakhir, ada sisi lain dari kontes tersebut dan membuat makhluk itu benar-benar nyata. Pada 10 Juni 2009 user bernama Surge Victor telah memposting ke dalam thread dengan menambah dua foto dan memberikan sebuah penjelasan bahwa ada sesuatu yang mengintai anak-anak yang sedang bermain, dia menemukan foto ini di sebuah perpustakaan dimana ada sekelompok anak sedang study tour di hutan. Ada sesuatu yang mengintai anak-anak yang sedang bermain, sosok itu adalah slenderman.
Slenderman adalah sosok misterius yang paling sering dilihat sebagai seorang pria jangkung yang bertubuh sangat tipis dan sangat panjang, tidak memiliki wajah, memiliki lengan yang aneh, dan biasanya pria ini mengenakan sebuah jas berwarna hitam. Bagi mereka yang melihat sosok ini, seringkali mendapat suatu kabar yang sangat mengerikan seperti menghilang tanpa jejak dan lebih buruknya lagi, mereka di bunuh dan tubuh mereka dimutilasi di pohon. Kehadiran sosok ini dikaitkan dengan paranoia dan kadang-kadang ketakutan yang hebat, dan mereka yang melihatnya sering kali ditemukan dalam keadaan tidak waras, karena mereka sering menulis pesan-pesan yang aneh, dan gambar sosok seorang pria yang berwajah gelap.
Penjelasan dari Surge Victor yang disertai dengan dua buah foto tersebut menyatakan bahwa foto- foto itu telah di ambil pada hari di mana empat belas anak menghilang secara misterius. Kemudian dia menjelaskan lebih lanjut bahwa perpustakaan di mana foto itu ditemukan telah terbakar habis seminggu setelah foto-foto itu diambil, sungguh sangat aneh. Kedua foto itu adalah penampakan dari pria bertubuh tipis atau disebut dengan SlendermanMotivasi utama dari slenderman adalah untuk menculik dan membunuh anak-anak. Slenderman lebih suka secara diam-diam menguntit di tengah-tengah kabut di sekitar jalan dan lebih tepatnya di daerah berhutan sehingga ia dapat menyesuaikan tubuhnya dengan pepohonan. Namun, anak-anak bisa melihatnya ketika orang dewasa di sekitarnya tidak bisa melihatnya. Kabar lain juga mengatakan bahwa ke empat belas anak sebelum menghilang, mereka juga memiliki mimpi buruk tentang seorang pria bertubuh tipis.
Apakah dengan adanya sebuah kontes grafis ini menjadikan kisah ini menjadi kenyataan? ataukah ini hanya sebuah karangan manusia semata? its just a mystery, sampai saat ini sesosok pria ini masih menjadi misteri.
Senin, 30 Desember 2013
Kisah Satu Keluarga di AS Diusir dari Pesawat
Salam semua,

Peristiwa tak menyedapkan dialami suatu keluarga di Kota Charlotte, Amerika Syarikat. Rencana mereka untuk berlcuti Natal bersama orangtua di Kota Chicago pada pertengahan Disember lalu gagal lantaran diusir dari pesawat oleh anak kapal US Airways sebelum lepas landas. Alasannya, pasangan itu membawa terlalu banyak anak kecil.
Pasangan Jason dan Kathy Fickes mengaku kecewa sekaligus hairan atas perlakuan US Airways. Pengusiran itu terjadi pada saat mereka sudah duduk bersama keempat anak mereka di dalam pesawat rute Charlotte - Chicago pada 15 Disember 2011.
"Saya merasa kami didiskriminasi kerana membawa ramai anak di mata mereka," kata Kathy kepada stesen televisyen ABC7, yang dikutip di laman The Blaze. Kejadian ini baru mendapat liputan luas dari media nasional di AS pada 1 Januari 2012.
Jason dan Kathy memiliki empat anak, yang semuanya masih tergolong di bawah umur. Paling tua berusia 3 tahun, lalu ada pasangan kembar berusia 20 bulan serta seorang lagi masih berusia 8 bulan.
Pasangan Fickes mengaku sudah mengikuti aturan saat membeli tiga buah tiket pesawat di laman rasmi US Airways, iaitu dua tiket dewasa dan satu tiket untuk anak berusia di atas 2 tahun. Pada tampilan utama laman pembelian tiket US Airways itu tidak mencantumkan aturan bagi penumpang di bawah usia 2 tahun, yang muncul pada halaman lain di situs itu yang baru muncul setelah pengunjung mengklik suatu tautan (link). Pasangan Fickes mengaku tidak melihat tautan itu.
Pada saat hari keberangkatan, semua anggota keluarga Fickes tidak menemui masalah - baik saat melapor di kaunterr check-in, pemeriksaan keamanan, hingga boarding. Halangan muncul ketika mereka sudah duduk di kerusi masing-masing.
Jason, Kathy, beserta putra mereka yang sulung masing-masing memangku seorang bayi pada satu deret kerusi yang sama. Namun awak kabin mempermasalahkan putra pasangan Fickes, yang masih berusia tiga tahun, memangku adiknya yang masih bayi.
Menurut alasan awak kabin, hanya ada empat mask oksigen dalam satu deret kerusi sehingga, sesuai aturan keamanan dari FAA, harus ada penumpang memangku anak yang pindah ke deret lain. Walau sudah ada yang pindah, tetap saja awak kabin mempermasalahkan rombongan keluarga Fickes.
"Kali ini, menurut keluarga Fickes, pramugari memerintah mereka agar salah seorang anak mereka yang masih bayi dipangku oleh penumpang lain yang sudah dewasa. Permintaan itu sudah disanggupi oleh penumpang yang duduk di belakang mereka. Namun, tidak lama kemudian, awak kabin masih belum puas," tutur laporan stesen televisyen NewsChannel 36.
Menurut pasangan Fickes, bahkan ada seorang penumpang di Kelas Satu yang menawarkan diri membeli satu tiket tambahan untuk mereka. Namun, solusi itu tetap saja ditolak oleh awak kabin.
Setelah tawar-menawar selama 50 minit, awak kabin meminta keluarga Fickes meninggalkan pesawat. "Kami sudah berusaha mengikuti aturan mereka. Tetapi mereka tidak memberi alasan yang jelas," kata Jason.
Juru bicara US Airways, kepada ABC 7, menyatakan bahawa langkah awak kabin itu sudah memenuhi prosedur keamanan. Setiap anak kecil hanya boleh dipangku oleh satu orang dewasa.
US Airways akhirnya mengembalikan wang pembelian tiket keluarga Fickes. Namun langkah itu tidak mengubati kekecewaan mereka. Percutian ke Chicago akhirnya batal.
sumber
ReadFull Article ..

Peristiwa tak menyedapkan dialami suatu keluarga di Kota Charlotte, Amerika Syarikat. Rencana mereka untuk berlcuti Natal bersama orangtua di Kota Chicago pada pertengahan Disember lalu gagal lantaran diusir dari pesawat oleh anak kapal US Airways sebelum lepas landas. Alasannya, pasangan itu membawa terlalu banyak anak kecil.
Pasangan Jason dan Kathy Fickes mengaku kecewa sekaligus hairan atas perlakuan US Airways. Pengusiran itu terjadi pada saat mereka sudah duduk bersama keempat anak mereka di dalam pesawat rute Charlotte - Chicago pada 15 Disember 2011.
"Saya merasa kami didiskriminasi kerana membawa ramai anak di mata mereka," kata Kathy kepada stesen televisyen ABC7, yang dikutip di laman The Blaze. Kejadian ini baru mendapat liputan luas dari media nasional di AS pada 1 Januari 2012.
Jason dan Kathy memiliki empat anak, yang semuanya masih tergolong di bawah umur. Paling tua berusia 3 tahun, lalu ada pasangan kembar berusia 20 bulan serta seorang lagi masih berusia 8 bulan.
Pasangan Fickes mengaku sudah mengikuti aturan saat membeli tiga buah tiket pesawat di laman rasmi US Airways, iaitu dua tiket dewasa dan satu tiket untuk anak berusia di atas 2 tahun. Pada tampilan utama laman pembelian tiket US Airways itu tidak mencantumkan aturan bagi penumpang di bawah usia 2 tahun, yang muncul pada halaman lain di situs itu yang baru muncul setelah pengunjung mengklik suatu tautan (link). Pasangan Fickes mengaku tidak melihat tautan itu.
Pada saat hari keberangkatan, semua anggota keluarga Fickes tidak menemui masalah - baik saat melapor di kaunterr check-in, pemeriksaan keamanan, hingga boarding. Halangan muncul ketika mereka sudah duduk di kerusi masing-masing.
Jason, Kathy, beserta putra mereka yang sulung masing-masing memangku seorang bayi pada satu deret kerusi yang sama. Namun awak kabin mempermasalahkan putra pasangan Fickes, yang masih berusia tiga tahun, memangku adiknya yang masih bayi.
Menurut alasan awak kabin, hanya ada empat mask oksigen dalam satu deret kerusi sehingga, sesuai aturan keamanan dari FAA, harus ada penumpang memangku anak yang pindah ke deret lain. Walau sudah ada yang pindah, tetap saja awak kabin mempermasalahkan rombongan keluarga Fickes.
"Kali ini, menurut keluarga Fickes, pramugari memerintah mereka agar salah seorang anak mereka yang masih bayi dipangku oleh penumpang lain yang sudah dewasa. Permintaan itu sudah disanggupi oleh penumpang yang duduk di belakang mereka. Namun, tidak lama kemudian, awak kabin masih belum puas," tutur laporan stesen televisyen NewsChannel 36.
Menurut pasangan Fickes, bahkan ada seorang penumpang di Kelas Satu yang menawarkan diri membeli satu tiket tambahan untuk mereka. Namun, solusi itu tetap saja ditolak oleh awak kabin.
Setelah tawar-menawar selama 50 minit, awak kabin meminta keluarga Fickes meninggalkan pesawat. "Kami sudah berusaha mengikuti aturan mereka. Tetapi mereka tidak memberi alasan yang jelas," kata Jason.
Juru bicara US Airways, kepada ABC 7, menyatakan bahawa langkah awak kabin itu sudah memenuhi prosedur keamanan. Setiap anak kecil hanya boleh dipangku oleh satu orang dewasa.
US Airways akhirnya mengembalikan wang pembelian tiket keluarga Fickes. Namun langkah itu tidak mengubati kekecewaan mereka. Percutian ke Chicago akhirnya batal.
sumber
Selasa, 24 Desember 2013
Kisah Semut Kecil Di Negeri Safari
Di Negeri Safari hidup berbagai jenis binatang. Ada satu binatang yang merasa minder. Semut minder melihat gajah, tubuhnya sangat besar. Semut pun minder melihat jerapah, tubuhnya sangat tinggi.
![[imagetag]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_t6lDIz2CA9padZiPsFKzuwVuuGevBuXr6BqE20imPs35AVQsJ-vuasrW2uPuYa_JCKU_GD38YzdL8XqD8ZVnXrUPNK_2lHhCOkmMSi0HufaDxj8WRJFGb_JQKgfukJNyDWSGHQfqxXcK0SFYKUJEdsKSdZ6pgTPG3UPhMKWhq6pOfeHVDZ4snj81g9-6wh3NmzKLJBfNDwg10tmFXuFm-7yf787GWutIEqICEztQ=s0-d)
Suatu hari turun hujan di Negeri Safari. Gajah dan jerapah kebingungan. Mereka sulit mendapatkan tempat berteduh. Gajah berlindung dibawah pohon, badannya yang besar tidak terlindungi.
![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwhRVpKKhdt6aUB-618KRuW4qEnfYF1x1wu55o3nprFDH5a3eLggVSyV9lYGZnzDwxXYAli4fCwis_Y4wQxua50Cmhd3I39W8awi96i_6QiDSRAClhxma0g0KOZFeND1jIWQv0zOXtPRA/s400/gajah2.jpg)
Jerapah berlindung dibawah pohon juga. Tetapi, tubuhnya yang tinggi tidak terlindungi pula. Namun semut dengan mudah berlindung dibawah daun.
![[imagetag]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_vyjjFhlZJUckhtd3EColL3PglfnKWvwhAt0lwFWVoiiEAZ0Ey0O2x7cGkH1VxU_o6tmH8gKR1kr35kqFPCHjqQ1-7_KdtWPeq8ez1KEGOrNMJi4N5GxgbQfB23RW7HNm2WDk4py7NGRoDuSNpFoRw2=s0-d)
Akan tetapi hal itu masih tetap membuat semut kurang percaya diri. "Hujanlah yang membuat mereka kehujanan," katanya. Musim kemarau tiba, Negeri Safari mengalami kekeringan.
![[imagetag]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_vHH7hbZjO18VjJgMrFb7DmgLnstI4O3M7NMhhHgECYimNMaDl7udPwfN0vOgLcqsOQemM0OpCoLgswhpUxUvvkEodnE2RzbSPq9eqZqM5i6Z2x1wMGd6ORLDoj3-T18dUfNw=s0-d)
Gajah dan jerapah merasa susah. Mereka perlu banyak air untuk minum dan mandi. Semut hanya memerlukan setetes air, itupun sudah lebih dari cukup.
Lama kelamaan air di Negeri Safari habis. Negeri itu pun kering kerontang. Semut kasihan pada teman temannya yang kesulitan air kemudian ia masuk kedalam tanah.
![[imagetag]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_vWDuECz0_Cx2fBXJIE0cdnrqxQil1OFkNk2DAyh2M2pgoUq_bKnGPi4EbwxvivAmXZh9W0oYN5xE9jC7wf6uMqz_spGZMfOaZJPR6Vznfx80UGiC4gWbOckr-WbGidG8rk0hNcCqr3LKQ1=s0-d)
Setelah berusaha keras, semut menemukan air. Letaknya di dalam tanah, tak jauh dari permukaan. Penemuan semut itu sangat menggembirakan para binatang. Semua berterima kasih kepada semut.
![[imagetag]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_vi-I6I2R6w94o5a0ypHPegZUJvlEZsxQnuaP3LWKLLYrtpfcY7AkOsxhukbcLwR1qFfflCmUGBAGH-_GhjS2cZj3wpKRHkfSs_BlRWl26u-x0q2DWOO77Y_T0DLTYA4l9OXRicGIsyIM5UN3TKDWRR53uT1bMo7E8=s0-d)
Semua binatang menggali air itu bersama sama. Akhirnya mereka gembira karena berhasil mendapatkan air kembali. Semua itu berkat jasa semut.
Sumber
ReadFull Article ..
Suatu hari turun hujan di Negeri Safari. Gajah dan jerapah kebingungan. Mereka sulit mendapatkan tempat berteduh. Gajah berlindung dibawah pohon, badannya yang besar tidak terlindungi.
![[imagetag]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwhRVpKKhdt6aUB-618KRuW4qEnfYF1x1wu55o3nprFDH5a3eLggVSyV9lYGZnzDwxXYAli4fCwis_Y4wQxua50Cmhd3I39W8awi96i_6QiDSRAClhxma0g0KOZFeND1jIWQv0zOXtPRA/s400/gajah2.jpg)
Jerapah berlindung dibawah pohon juga. Tetapi, tubuhnya yang tinggi tidak terlindungi pula. Namun semut dengan mudah berlindung dibawah daun.
Akan tetapi hal itu masih tetap membuat semut kurang percaya diri. "Hujanlah yang membuat mereka kehujanan," katanya. Musim kemarau tiba, Negeri Safari mengalami kekeringan.
Gajah dan jerapah merasa susah. Mereka perlu banyak air untuk minum dan mandi. Semut hanya memerlukan setetes air, itupun sudah lebih dari cukup.
Lama kelamaan air di Negeri Safari habis. Negeri itu pun kering kerontang. Semut kasihan pada teman temannya yang kesulitan air kemudian ia masuk kedalam tanah.
Setelah berusaha keras, semut menemukan air. Letaknya di dalam tanah, tak jauh dari permukaan. Penemuan semut itu sangat menggembirakan para binatang. Semua berterima kasih kepada semut.
Semua binatang menggali air itu bersama sama. Akhirnya mereka gembira karena berhasil mendapatkan air kembali. Semua itu berkat jasa semut.
Sumber
#bcfda5
Jumat, 20 Desember 2013
Kisah Keganasan Dracula di Perang Salib
Nama aslinya Vlad Tepes (dibaca Tse-pesh). Dia lahir sekitar bulan Desember 1431 M di Benteng Sighisoara, Transylvania, Rumania. Ayahnya bernama Basarab (Vlad II), yang terkenal dengan sebutan Vlad Dracul, karena keanggotaannya dalam Orde Naga. Dalam bahasa Rumania, “Dracul” berarti naga. Sedangkan akhiran “ulea” artinya “anak dari”. Dari gabungan kedua kata itu, Vlad Tepes dipanggil dengan nama Vlad Draculea ( dalam bahasa Inggris dibaca Dracula), yang berarti anak dari sang naga.
Ayah Dracula adalah seorang panglima militer yang lebih sering berada di medan perang ketimbang di rumah. Praktis Dracula hanya mengenal sosok sang Ibu, Cneajna, seorang bangsawan dari kerajaan Moldavia. Sang ibu memang memberikan kasih sayang dan pendidikan bagi Dracula. Namun itu tidak mencukupi untuk menghadapi situasi mencekam di Wallachia saat itu. Pembantaian sudah menjadi tontonan harian. Seorang raja yang semalam masih berkuasa, di pagi hari kepalanya sudah diarak keliling kota oleh para pemberontak.
Pada usia 11 tahun, Dracula bersama adiknya, Radu, dikirim ke Turki. Hal ini dilakukan sang Ayah sebagai jaminan kesetiaannya kepada kerajaan Turki Ustmani yang telah membantunya merebut tahta Wallachia dari tangan Janos Hunyadi. Selama di Turki, kakak beradik ini memeluk agama Islam, bahkan mereka juga sekolah di madrasah untuk belajar ilmu agama. Tak seperti adiknya yang tekun belajar, Dracula justru sering mencuri waktu untuk melihat eksekusi hukuman mati di alun-alun. Begitu senangnya dia melihat kepala-kepala tanpa badan dipancang di ujung tombak. Sampai-sampai sehari saja tidak ada hukuman mati, maka dia segera menangkap burung atau tikus, kemudian menyiksanya dengan tombak kecil sampai mati.
Dengan status muslimnya, Dracula mempunyai kesempatan belajar kemiliteran pada para prajurit Turki yang terkenal andal dalam berperang. Dalam waktu singkat dia bisa menguasai seni berperang Turki, bahkan melebihi prajurit Turki lainnya. Hal ini menarik perhatian Sultan Muhammad II ( di Eropa disebut Sultan Mehmed II). Hingga pada tahun 1448 M, menyusul kematian Ayah dan kakaknya, Mircea, yang dibunuh dalam kudeta yang diorganisir Janos Hunyadi, Kerajaan Turki mengirim Dracula untuk merebut Wallachia dari tangan salib Kerajaan Honggaria. Saat itu Dracula berusia 17 tahun.
Aksi Biadab Dracula
Dengan bantuan Turki Dracula dapat merebut tahta Wallachia. Setelah itu, sebagian besar pasukan kembali ke Turki dengan menyisakan sebagian kecil di Wallachia. Tanpa pernah diduga, Dracula murtad dan berkhianat. Dia menyatakan memisahkan diri dari Ke Khilafahan Turki. Para prajurit Turki yang tersisa di Wallachia ditangkapi. Setelah beberapa hari disekap di ruang bawah tanah, mereka diarak telanjang bulat menuju tempat eksekusi di pinggir kota. Di tempat ini seluruh sisa prajurit Turki dieksekusi dengan cara disula. Yakni dengan ditusuk duburnya dengan balok runcing sebesar lengan, kemudian dipancangkan di tengah lapangan.
Dua bulan kemudian Janos Hunyadi berhasil merebut tahta Wallachia dari tangan Dracula. Namun pada tahun 1456 hingga 1462 Dracula kembali berkuasa di Wallachia. Masa pemerintahannya kali ini adalah masa-masa teror yang sangat mengerikan. Yang menjadi korban aksi sadisnya bukan hanya umat Islam yang tinggal di Wallachia, tapi juga para tuan tanah dan rakyat Wallachia yang beragama Khatolik.
Di hari Paskah tahun 1459, Dracula mengumpulkan para bangsawan dan tuan tanah beserta keluarganya di sebuah gereja dalam sebuah jamuan makan. Setelah semuanya selesai makan, dia memerintahkan semua orang yang ada ditempat itu ditangkap. Para bangsawan yang terlibat pembunuhan ayah dan kakaknya dibunuh dengan cara disula. Sedang lainnya dijadikan budak pembangunan benteng untuk kepentingan darurat di kota Poenari, di tepi sungai Agres. Sejarawan Yunani, Chalcondyles, memperkirakan jumlah semua tahanan mencapai 300 kepala keluarga. Terdiri dari laki-laki dan perempuan, orang tua, bahkan anak-anak.
Aksi Dracula terhadap umat Islam di Wallachia jauh lebih sadis lagi. Selama masa kekuasaannya, tak kurang dari 300 ribu umat Islam dibantainya. Berikut sejumlah peristiwa yang digunakan Dracula sebagai ajang pembantaian umat Islam:
Pembataian terhadap prajurit Turki di ibu kota Wallachia, Tirgoviste. Ini terjadi pada awal kedatangannya di sana, setelah mengumumkan perlawanannya terhadap Khilafah utsmaniyah.
Pada 1456, Dracula membakar hidup-hidup 400 pemuda Turki yang sedang menimba ilmu pengetahuan di Wallachia. Mereka ditangkapi dan ditelanjangi, lalu diarak keliling kota yang akhirnya masukkan ke dalam sebuah aula. Aula tersebut lalu dibakar dengan ratusan pemuda Turki di dalamnya.
Aksi brutal lainnya, adalah pembakaran para petani dan fakir miskin Muslim Wallachia pada acara penobatan kekuasaannya. Para petani dan fakir miskin ini dikumpulkan dalam jamuan makan malam di salah satu ruangan istana. Tanpa sadar mereka dikunci dari luar, kemudian ruangan itu dibakar.
Dendam Dracula terhadap Turki dan Islam semakin menjadi. Untuk menyambut hari peringatan St. Bartholome, 1459, dia memerintahkan pasukannya untuk menangkapi para pedagang Turki yang ada di Wallachia. Dalam waktu sebulan terkumpullah 30 ribu pedagang Turki beserta keluarganya. Para pedagang yang ditawan ditelanjangi lalu digiring menuju lapangan penyulaan. Lalu mereka disula satu persatu.
Aksi kejam lainnya adalah dengan menyebar virus penyakit mematikan ke wilayah-wilayah yang didiami kaum Muslimin. Dia juga memerintahkan pasukannya meracuni Sungai Danube. Ini adalah taktik Dracula untuk membunuh pasukan Khilafah utsmaniyah yang membangun kubu pertahanan di selatan Sungai Danube.
Pada 1462 M, Khalifah utsmani, Muhammad II mengirim 60 ribu pasukan untuk menangkap Dracula hidup atau mati. Pemimpin pasukan adalah Radu, adik kandung Dracula. Mengetahui rencana serangan ini, Dracula menyiapkan aksi terkejamnya untuk menyambut pasukan Turki.

Sepekan sebelum penyerangan, dia memerintahkan pasukannya untuk memburu seluruh umat Islam yang tersisa di wilayahnya. Terkumpullah 20 ribu umat Islam yang terdiri dari pasukan Turki yang tertawan, para petani, dan rakyat lainnya. Selama empat hari mereka digiring dengan telanjang bulat dari Tirgoviste menuju tepi Sungai Danube. Dua hari sebelum pertempuran, para tawanan disula secara masal di sebuah tanah lapang. Mayat-mayat tersula tersebut kemudian diseret menuju tepi sungai. Lalu dipancang di kiri dan kanan jalan, yang membentang sejauh 10 km untuk menyambut pasukan Turki.
Pemandangan mengerikan ini hampir membuat pasukan Turki turun mental. Namun semangat mereka kembali bangkit saat melihat sang Sultan begitu berani menerjang musuh. Mereka terus merangsek maju, mendesak pasukan Dracula melewati Tirgoviste hingga ke Benteng Poenari.
Pasukan Turki yang dipimpin Radu berhasil mengepung Benteng Poenari. Merasa terdesak, isteri Dracula memilih bunuh diri dengan terjun dari salah satu menara benteng. Sedang Dracula melarikan diri ke Honggaria melalui lorong rahasia. Hingga tahun 1475 M Wallachia dikuasai oleh Khilafah Turki Utsmaniyah, sebelum akhirnya direbut kembali oleh Dracula yang disokong pasukan salib dari Transylvania dan Moldavia.
Dracula tewas dalam pertempuran melawan pasukan Turki pimpinan Sultan Muhammad II di tepi Danau Snagov, pada Desember 1476. Kepala Dracula dipenggal, kemudian dibawa ke Konstantinopel untuk dipertunjukkan kepada rakyat Turki. Sedang badannya dikuburkan di Biara Snagov oleh para biarawan.
Selain melalui cerita turun-temurun rakyat Rumania, bukti-bukti sejarah terkait riwayat kelam Drakula juga tercatat dengan baik di sejumlah pamflet yang beredar di Jerman dan Rusia.
Langganan:
Postingan (Atom)
