Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Januari 2014

Orang Nombor 2 Pengganas Mati Terbunuh

Komander Militan Dipercayai Mati Terbunuh


**Komander Musa dipercayai orang nombor dua pasukan pengganas selepas Agimuddin Kiram
SATU DARIPADA 18 MAYAT PENGGANAS DIPERCAYAI KOMANDER MUSA
Lahad Datu  – Satu daripada 18 mayat penceroboh militan yang dihantar ke Hospital Lahad Datu malam tadi, dipercayai ketua kumpulan itu berpangkat jeneral yang dikenali sebagai Komander Musa.
“Satu mayat itu macam rupa Komander Musa,” kata Ketua Forensik Operasi Daulat ASP Hussien Omar Khan.
Beliau berkata mayat yang dibawa keluar dari Kampung Tanjung Batu di Felda Sahabat, kira-kira 130km dari sini, telah reput dan proses bedah siasat akan dibuat pakar patologi dari Hospital Pulau Pinang.
Musa, yang mengetuai kumpulan pengganas Sulu dikatakan melarikan diri dari Kampung Tanduo dan memasuki Kampung Tanjung Batu sebelum terbunuh dalam pertempuran yang turut menyaksikan 31 pengganas Sulu maut.
Ketua Polis Daerah Supt Shamsudin Mat berkata, sembahyang jenazah akan diadakan untuk pengganas yang terbunuh pada satu tarikh yang akan ditetapkan.
“Kita sebagai umat Islam mempunyai tanggungjawab kepada saudara sesama Islam, biarpun mereka adalah musuh kita. Kita juga mendoakan roh mereka dicucuri rahmat,” katanya, tanpa menyatakan lokasi pengganas itu akan dikebumi. –BERNAMA
ReadFull Article ..

Kamis, 21 November 2013

Malu Karena Mati Lampu Menteri Korsel Mundur


Pengunduran diri itu setelah Korsel mengalami pemadaman listrik pada 15 September lalu
B
Renne R.A Kawilarang
Kota Seoul (flickr - Koshyk)
Menteri di Korea Selatan yang bertanggung jawab atas layanan energi, Choi Joong-kyung, hari ini mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Lee Myung-bak. Pasalnya, Choi merasa malu atas kasus mati lampu massal yang sempat meresahkan sebagian rakyat di negeri ginseng itu.

Menurut harian The Wall Street Journal, pengunduran diri itu diungkapkan juru bicara kementerian ekonomi pengetahuan, Park Chung-won. Seorang pejabat di istana kepresidenan menyatakan bahwa Presiden Lee kemungkinan menerima pengunduran diri Choi sebagai Menteri Ekonomi Pengetahuan, yang salah satu tugasnya mengurus masalah listrik.
"Menteri Choi mengajukan pengunduran diri hari ini dan berencana menyerahkan surat mundur secara resmi kepada kepala staf kepresidenan hari ini juga," kata Park, seperti dikutip kantor berita Yonhap.
Pengunduran diri itu dilontarkan Choi setelah Korsel mengalami pemadaman listrik pada 15 September lalu. Ini merupakan peristiwa yang tidak biasa di Korsel, yang selama ini menyediakan layanan listrik yang memuaskan. Ketika padam, saat itu banyak rumah, kantor, dan pabrik gelap gulita.

Pelaku industri menderita gangguan produksi. Banyak orang terjebak di elevator. Lalu-lintas pun kacau karena lampu merah padam. Tidak ada laporan cedera akibat listrik byar pet itu.

Padamnya aliran listrik mempengaruhi lebih dari dua juta rumah tangga selama kurun antara satu hingga lima jam. Pihak berwenang sempat menyatakan pemadaman terjadi akibat cuaca panas sehingga kebutuhan akan listrik melonjak. Namun besarnya kebutuhan itu tidak dapat dipenuhi oleh 25 pembangkit listrik karena pada saat yang bersamaan mengalami perawatan.

Presiden Lee akhirnya menggelar rapat khusus dengan pihak terkait untuk membahas padamnya listrik di Korsel dan mereka segera melakukan investigasi. Sebagai pertanggungjawaban, pemerintah menerima gugatan ganti rugi dari individu maupun pengusaha. 
Menurut The Korea Herald, rakyat yang merasa dirugikan bisa mengajukan klaim ganti rugi hingga Selasa pekan depan. Hingga awal pekan ini, pemerintah sudah menerima lebih dari 3.000 klaim dengan nilai total tuntutan sebesar 17 miliar won, atau sekitar Rp129,4 miliar.
ReadFull Article ..