Sabtu, 31 Mei 2014
Tanda Kehancuran Sebuah Bisnis Besar
Seringkali, sebagai pebisnis kita Cuma mengambil pelajaran dari sisi keberhasilannya saja, dan jarang orang yang mempelajari kejatuhan sebuah bisnis. Padahal ini sangat penting, layaknya general check up kesehatan, kita perlu tahu kadar kolesterol, tekanan darah, detak jantung dan
sebagainya. Setidaknya dari data tersebut kita bisa melihat, apakah tubuh kita fit atau tidak. Tanpa mengetahui dashboard kesehatan bisnis, bisa jadi kita tidak tahu bahwa sebenarnya bisnis yang kita geluti dalam ambang kebangkrutan karena kita terjebak dalam rutinitas.
Setidaknya saya telah membaca 3 buku terkait deteksi kehancuran sebuah bisnis, pertama dari Jurgen Nudges, kemudian dari mantan CEO Coca Cola dan terakhir karya Sonny Gunawan.
Saya akan mengulas karya Sonny Gunawan yang mendeteksi tanda kehancuran bisnis kedalam 9 penyebab.
1. Sikap Arogansi
Sikap arogansi adalah sikap awal kehancuran. Seringkali perusahaan besar karena market share dan kapitalisasi yang besar meremehkan hadirnya perusahaan kelas teri yang baru lahir. Padahal, jamak ditemui dalam jaman internet ini perusahaan kecil tumbuh dengan sangat cepat. Belum lagi, perusahaan kecil yang ramping umumnya sangat efisien dan gesit. Sikap arogansi merasa paling hebat, paling kuat dan merasa punya segalanya akan meruntuhkan sensitifitas bisnis yang secara perlahan melumpuhkan bisnis perusahaan. Jadi, jangan terlena, berkembanglah, adaptif, dan terus memonitor pasar, karena pasar cepat sekali berubah. Ketika anda tidak berubah, bahwa sesungguhnya bisnis orang lain yang tumbuh.
2. Tidak Terkendali Pengelolaan Sumberdaya
Jamak ditemui, perusahaan besar relative boros sehingga mengakibatkan biaya ekonomi tinggi. Seringkali terjebak pada birokrasi, rutinitas serta beban operasi yang tiap hari terus meningkat. Naiknya beban operasi pada akhirnya mempengaruhi harga jual produksi yang ujungnya mengurangi laba bersih perusahaan. Dengan rentang kendali yang lebar dan jenjang birokrasi yang tinggi mengakibatkan kelambanan proses pengambilan keputusan. So, sulusinya, terus update struktur organisasi yang efisien setiap waktu dengan tetap menjaga biaya tetap agar tidak membengkak. Lakukan efisiensi terus menerus agar produk yang dihasilkan kompetitif.
3. Praktek yang Tidak Sehat
Perusahaan yang semakin besar dan lama usianya seringkali menciptakan kondisi kerja yang tidak sehat. Seringkali rawan korupsi karena lemahnya pengawasan. Belum lagi terciptanya ego sektoral dan seringkali malah timbul persaingan internal yang tidak sehat. Dengan tumbuhnya praktek tidak sehat akan berpengaruh terhadap kinerja dan daya saing perusahaan. So, solusinya tegakkan etika bisnis yang benar di perusahaan. Reward & punish yang
seimbang.
4. Tidak Terintegrasinya Elemen Organisasi
Semakin besar perusahaan, seringkali elemen organisasi juga semakin banyak dan membesar. Saat ini terjadi seringkali elemen organisasi kehilangan focus dan penciptaan nilai serta timbul ego sektoral. Dengan tidak adanya integrasi proses, maka kinerja yang dihasilkan semakin menurun kualitas dan kuantitasnya karena banyak waktu dan energy terbuang serta tidak adanya sinergi antar unit.
5. Perencanaan Tanpa Eksekusi
Seringkali perusahaan besar, hanya banyak menghasilkan rencana tanpa adanya eksekusi. Padahal great success = great strategy + great execution. Sehinggaseringkali produk dan jasa yang dilempar kepasaran tidak time to market karena factor eksekusi yang lemah.
6. Comfort Zone
Dengan posisi pasar yang kuat, seringkali perusahaan lupa bahwa sebenarnya pasar terus berubah setiap hari. Selain itu, umumnya gaji pegawai jugasemakin tinggi. Dengan tingginya gaji pegawai yang umumnya berbasis pada fixincome seringkali melenakan pegawai akan persaingan yang semakin pesat danturbulen. Saat market tergerus secara perlahan oleh competitor baru yang tidak pernah dibayangkan, umumnya perusahaan merasa gagap dan rendah diri
mensikapi pasar. Jika ini terus berlangsung, maka sejatinya bisnis dalam keadaan sunset yang mengerikan.
7. Bureaucracy Trap
Jebakan birokrasi sering terjadi pada perusahaan besar. Dengan semakin banyak orang biasanya semakin memperpanjang birokrasi. Dengan panjangnya birokrasi, maka semakin besar cost yang timbul. Dengan semakin banyak cost, maka secara perlahan daya saing perusahaan tersebut terus menurun.
8.Gagalnya Suksesi Kepemimpinan
Seringkali perusahaan besar gagal melakukan alih generasi, sehingga filosofi founding father hilang saat ganti generasi. Jika tidak disiapkan dengan baik proses suksesi dan pewarisan nilai-nilai, maka umumnya perusahaan diambang kehancuran pada generasi penerusnya.
9. Human Centric
Organisasi terbelenggu hanya mengelola SDM saja dan terlupa mengelola pasar. Padahal eksis tidaknya sebuah bisnis ada di pasar. Seringkali perusahaan disibukkan dengan dirinya sendiri dan lupa menciptakan nilai bagi pelanggannya saja. Perusahaan yang asik dengan urusan internal, seringkali tidak mampu merespon pasar dengan baik karena terbelenggu dengan rutinitas internal.
Demikian, 9 tanda kehancuran bisnis besar yang seringkali dilupakan pada eksekutif bisnis.
Wassalam,
Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================
Sabtu, 15 Maret 2014
10 Tanda Cowok Gak Tertarik Sama Loe

Jika pria tidak tertarik dengan Anda, dia akan menjauhkan tubuh dari posisi tubuh Anda, baik saat duduk atau berdiri.
Rabu, 01 Januari 2014
6 Tanda Si Dia Jodoh Anda

Wajahnya mirip dengan Anda
Percaya atau tidak, sebagian pasangan menikah terlihat mirip dan hal ini mungkin bukan terjadi secara kebetulan. Studi yang dilakukan oleh psikolog dari University of St. Andrews menemukan, seseorang akan cenderung tertarik pada orang lain yang memiliki ciri-ciri wajah seperti dirinya sendiri. Sementara, studi lain menunjukkan bahwa pasangan menikah seringkali memiliki persamaan pada karakter fisiknya. Misalnya saja bentuk leher atau panjang jari tengah.
Anda dapat menerima segala kekurangannya
Tidak ada orang yang sempurna. Tapi, jika Anda sering diam-diam cemberut saat melihat dia menggigiti kuku atau menggerutu saat dia serius nonton pertandingan sepak bola dan mengacuhkan Anda, hati-hati. Apalagi bila sempat terlintas pikiran untuk mengubah perilakunya. Mungkin saja pria itu bukan yang tepat bagi Anda. Jika Anda mau menerima semua kekurangannya, apa pun itu, berarti Anda telah siap untuk melewatkan sisa hidup bersama untuk selamanya.
Hanya dia yang bisa buat Anda tertawa lepas
Pakar hubungan asmara selalu menyatakan, hubungan yang sukses adalah yang diwarnai dengan keceriaan. Mulai dari bertukar candaan, lelucon, atau sekadar cerita singkat yang bisa membuat Anda tertawa lepas. Namun, jika Anda cenderung menjaga sikap saat bersamanya, atau dia malah lebih sering membuat Anda menangis daripada sebaliknya, sebaiknya lupakan ide bahwa dialah pangeran impian Anda.
Teman Anda menyukainya dan sebaliknya
Bila dia dapat berteman dengan sahabat Anda dan sebaliknya, ini adalah pertanda baik. Apalagi jika teman-teman Anda sampai berkata bahwa pria/wanita itu baik untuk Anda. Sebab, biasanya teman-teman lebih memahami apa yang baik untuk hidup dan kebahagiaan Anda. Mereka dapat menilai pria dengan lebih objektif, dibandingkan diri Anda sendiri yang dalam kondisi sedang dimabuk cinta.
Anda bisa berdebat secara sehat dengannya
Bila sampai ada pasangan yang tidak pernah bertengkar, itu adalah suatu keanehan. Yang jelas, berargumentasi bukanlah berarti Anda berdua tidak cocok. Namun, jika Anda bertengkar dengan cara yang buruk (misalnya sampai saling melempar barang), itu adalah pertanda buruk. Ciri-ciri argumentasi yang sehat adalah ketika Anda dan dia dapat berdiskusi tanpa harus melontarkan kata-kata hinaan atau makian, atau memojokkan satu sama lain. Kehidupan bersama yang nanti akan Anda jelang bersamanya, jelas akan membutuhkan banyak kompromi. Jika sejak sekarang Anda sudah dapat menyelesaikan perbedaan pendapat dengan cara yang baik, hal ini akan menjadi modal besar untuk ke depannya.
Intuisi Anda yang berkata
Saat berhubungan dengan seorang pria, Anda tiba-tiba merasa begitu yakin dia adalah calon yang tepat untuk membina rumah tangga. Intuisi atau insting terkadang memang bisa berperan banyak dalam percintaan. Ini telah dibuktikan oleh peneliti dari University College London, yang menemukan bahwa area yang bertanggung jawab terhadap intuisi terlihat aktif pada pasangan yang sedang dimabuk cinta. Menurut pakar, ketika Anda merasa bahwa si dia adalah teman hidup yang tepat, itu adalah suatu bentuk ekspresi bawah sadar Anda. Pikiran bawah sadar Anda selama ini telah mengumpulkan pengalaman yang telah Anda lalui bersama pria-pria lain, menyortirnya, dan menemukan semacam tolak ukur yang menentukan pria seperti apa yang pas untuk Anda. Nah, begitu semuanya muncul ke permukaan, Anda hanya perlu memercayainya.